Category: Motivasi

Bersaing dengan Diri Sendiri

Jika sudah terlatih untuk bekerja sendiri tanpa mandur, kita mampu untuk menerobos maju ke hadapan. Ketika itu “kita bersaing dengan diri sendiri”.  Bukan sahaja dalam lingkungan skop kerja sahaja, malah melitupi amalan harian, akademik. personal dan banyak lagi.

Akan banyak halang yang cuba untuk membantut kan usaha kita untuk maju ke hadapan serta melakukan tugas tugas denga baik. Ada beberapa tips bagaimana untuk bersaing dengan diri sendiri.

 

1. Jangan Buang Masa

Ya betul lebih banyak masa yang anda abaikan maka lebih banyak ganguan yang akan anda terima, penuhkan setiap inci ruang masa yang telah anda peruntukan itu dengan sebaik nye.

 

2. Sentiasa Bertanya Kepada Orang Yang Lebih Tahu

Jika anda tidak pasti dengan sesuatu rujuk pada meraka yang lebih mengetauhi, jangan gunakan andaian sendiri. Bukan semua perkara kita tahu, masih banyak lagi yang kita tak tahu so jangan segan-segan untuk bertanya.

 

3. Baiki Kelemahan Diri

Setiap hari adalah hari yang baru buat kita semua, maka perbaiki kelemahan diri dari semasa ke semasa. Baru la rasa diri kita nie lebih hebat setiap hari. Tapi bukan bermaksud untuk bermegah diri atau bongkak.

 

4. Berusaha Melakukan Yang Terbaik

Ingat apa jua yang kita lakukan, berusaha yang terbaik untuk kita. Semua orang nak yang terbaik kan, takde yang nak terburuk. Untuk itu berusaha la untuk yang terbaik.

 

5. Berani Melaksanakan Langkah Bijak Yang Di rancangkan

Bila kita dah rancang, maka kena la berani untuk melakukan apa yang telah di rancang. Kalau tak sia-sia masa yang di ambil untuk setiap perancangan.

 

6. Tabah dan Sentiasa Rasa Bersyukur

Apa jua halangan rintangan yang mendatang kita kena tabah, sentiasa mensyukuri nikmat apa yang kita miliki sekarang ini. Ia nya sebahagian dari ujian jadi hanya meraka yang cekal dan tabah akan berjaya mengharungi halangan dan rintang.

 

Akal bagaimanapun mempunyai peranan penting untuk membangun kekuatan iman kita. Sedang iman adalah benteng yang kuat untuk menjaga keintegritasan antara jiwa dan akal kita. Keduanya saling berkait dan mempunyai peranan yang saling mempengaruhi. Akal tanpa iman seperti pedang di tangan seorang penyamun, sedang iman tanpa akal seperti pedang tumpul, pedang yang tak lagi bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

 

Halangan terbesar datang nya dari dalam diri anda sendiri, jadi anda kena bersaing dengan diri anda sendiri. Ingat pastikan anda tidak tewas dengan diri anda sendiri.

Selamat berjaya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Nilai Kehidupan

Nilai Kehidupan

Alkisah, ada seorang pemuda yang hidup sebatang kara. Pendidikan rendah, hidup dari bekerja sebagai buruh tani milik tuan tanah yang kaya raya. Walapun hidupnya sederhana tetapi sesungguhnya dia bisa melewati kesehariannya dengan baik.

Pada suatu ketika, si pemuda merasa jenuh dengan kehidupannya. Dia tidak mengerti, untuk apa sebenarnya hidup di dunia ini. Setiap hari bekerja di ladang orang demi sesuap nasi. Hanya sekadar melewati hari untuk menunggu kapan akan mati. Pemuda itu merasa hampa, putus asa, dan tidak memiliki arti.

“Daripada tidak tahu hidup untuk apa dan hanya menunggu mati, lebih baik aku mengakhiri saja kehidupan ini,” katanya dalam hati. Disiapkannya seutas tali dan dia berniat menggantung diri di sebatang pohon.

Pohon yang dituju, saat melihat gelagat seperti itu, tiba-tiba menyela lembut. “Anak muda yang tampan dan baik hati, tolong jangan menggantung diri di dahanku yang telah berumur ini. Sayang, bila dia patah. Padahal setiap pagi ada banyak burung yang hinggap di situ, bernyanyi riang untuk menghibur siapapun yang berada di sekitar sini.”

Dengan bersungut-sungut, si pemuda pergi melanjutkan memilih pohon yang lain, tidak jauh dari situ. Saat bersiap-siap, kembali terdengar suara lirih si pohon, “Hai anak muda. Kamu lihat di atas sini, ada sarang tawon yang sedang dikerjakan oleh begitu banyak lebah dengan tekun dan rajin. Jika kamu mau bunuh diri, silakan pindah ke tempat lain. Kasihanilah lebah dan manusia yang telah bekerja keras tetapi tidak dapat menikmati hasilnya.”

Sekali lagi, tanpa menjawab sepatah kata pun, si pemuda berjalan mencari pohon yang lain. Kata yang didengarpun tidak jauh berbeda, “Anak muda, karena rindangnya daunku, banyak dimanfaatkan oleh manusia dan hewan untuk sekadar beristirahat atau berteduh di bawah dedaunanku. Tolong jangan mati di sini.”

Setelah pohon yang ketiga kalinya, si pemuda termenung dan berpikir, “Bahkan sebatang pohonpun begitu menghargai kehidupan ini. Mereka menyayangi dirinya sendiri agar tidak patah, tidak terusik, dan tetap rindang untuk bisa melindungi alam dan bermanfaat bagi makhluk lain”.

Segera timbul kesadaran baru. “Aku manusia; masih muda, kuat, dan sehat. Tidak pantas aku melenyapkan kehidupanku sendiri. Mulai sekarang, aku harus punya cita-cita dan akan bekerja dengan baik untuk bisa pula bermanfaat bagi makhluk lain”.

Si pemuda pun pulang ke rumahnya dengan penuh semangat dan perasaan lega.

 

Sumber: Cerita Motivasi

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Motivasi Dr Fadzilah Kamsah – Keseronokan Bekerja Bhg 3

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Motivasi Dr Fadzilah Kamsah – Keseronokan Bekerja Bhg 2

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Motivasi Dr Fadzilah Kamsah – Keseronokan Bekerja Bhg 1

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

iMotivasi: Sikap negatif – mengubah sikap negatif kepada sikap positif

 

iMotivasi

Kali nie saya petik dari blog Shukri iMotivasi.

Untuk kita merubah sikap kita kepada sikap positif, kita kena hampirkan diri dengan persekitaran positif, berkawan dengan orang-orang bersikappositif, bercakap hal-hal positif, berfikir tentang aspek-aspek positif, melihat kepada aspek positif.

Sika kita boleh diubah, yang penting kita ada kemahuan membara mahu berubah di dorong oleh keinginan mahu merubah hidup menjadi lebih bagus.

Ramai orang tersilap – perubahan yang dibuat oleh mereka hanya sementara kerana walaupun mereka mahu merubah sikap kepada sikap positif, mereka masih berkawan dengan orang-orang bersikap negatif, berkata hal-hal negatif, berfikir tentang hal-hal negatif, banyak melihat kepada aspek negatif dalam sesuatu perkara.

Kita sebenarnya yang membentuk diri kita sama ada bersikap positif atau bersikap negatif. Kekadang, kita membiarkan diri kita dikuasai sikap negatif tanpa kita menyedari.

Suka saya cadangkan anda untuk ke blog motivasi saudara Shukri. Di tulis dan olah secara santai dan mudah.  Selamat Membaca

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Buku oh Buku

Membaca buku

Anda suka membaca? Berapa buah buku yang telah anda baca dalam sehari, seminggu, sebulan, setahun??? Jom Baca, apa kata kita mula dengan sebulan 1 buku, kita pilih buku yang santai-santai dulu, tak perlu tebal cari yang dalam lingkungan 100 muka surat pun sudah memadai.

Mari kita ajar anak-anak kita untuk mula minat membaca. Jadikan ianya sebagai hobi untuk anak-anak kita. Sebagai ibu bapa mari kita mulakan membaca buku agar anak-anak kita akan mencontohi gaya kita.

Membaca itu suatu yang menyeronokan. Bila anda sudah bermula anda pasti tidak akan berhenti. Mulakan lah, jom baca.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Merakam detik perjalanan keimanan

Saudara Seagama

JIKA anda berpeluang menyaksikan segmen dokumentari bertajuk Seven Wonders of The Muslim World di saluran Discovery Astro 551 yang ditayangkan baru-baru ini, pasti perasaan terharu menyelubungi diri terutama bagi mereka yang beragama Islam.

Apabila mengimbas semula perjalanan dakwah dan perkembangan Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, mustahil jika seseorang itu tidak merasai getaran keinsafan jauh di dalam sudut hati. Ternyata, peninggalan dan pengorbanan Baginda dapat dilihat hingga ke hari ini.

Dokumentari itu bermula dengan menyingkap sejarah keagungan tujuh buah masjid paling ikonik dalam dunia Islam. Ia meliputi aspek seni bina dan rekaan yang diilhamkan melalui ayat-ayat dalam al-Quran oleh individu ternama yang telah memeluk Islam.

Penonton disajikan paparan Masjid al-Aqsa di Baitul Maqdis, Palestin diikuti Alhambra di Granada, Sepanyol; Masjid Biru (Istanbul, Turki); Masjid Agung Djenne (Mali, Afrika Barat); Masjid Imam (Esfahan, Iran), Masjid Badashahi (Lahore, Pakistan) dan berakhir Masjidil Haram di Mekah al-Mukarramah.

Penjelasan bagi setiap rumah ibadat itu bertambah menarik kerana ia dilengkapi cerita perjalanan keimanan enam orang anak muda yang berasal dari sekitar kawasan masjid itu dibina.

AKHIRNYA perjalanan panjang (dari kiri) Naureen Saleem, Erhan Yukselci, Isack Lopez Rejo'n dan Amadou Thiam dari penjuru dunia yang berbeza dipertemukan di Masjidil Haram.

Sameh Abdin, Isack Lopez Rejo’n, Amadou Thiam, Erhan Yukselci, Rana Naeem dan Naureen Saleem masing-masing tinggal berdekatan dengan masjid tersebut. Dokumentari itu turut menyorot cara hidup harian mereka termasuk rutin menunaikan solat di masjid berkenaan.

Bagaikan formula sebuah program televisyen realiti, kemuncak penggambaran tersebut merakamkan perjalanan penting apabila mereka terpaksa berpisah dengan keluarga tersayang untuk menuju ke Baitullah yang merupakan kiblat bagi sekalian umat Islam.

Sepanjang perjalanan penuh bermakna itu, perasaan setiap daripada mereka diluahkan di hadapan kamera sehinggalah mereka tiba ke kota suci Mekah.

Mesej dan sejarah

Selain mengajak penonton menerokai sejarah dan keistimewaan setiap masjid, ia juga sebenarnya membawa mesej mengenai pengertian Islam dari kaca mata pemuda-pemudi tersebut.

Walaupun masing-masing berbeza keturunan dan bangsa, namun hakikatnya mereka menganut agama yang diwariskan oleh rasul akhir zaman, Muhammad SAW yang selama ini telah tersebar ke serata dunia.

“Setiap hari dan di mana jua saya berada di dunia ini, saya akan bersembahyang menghadap ke arah kiblat. Kini saya berada betul-betul di hadapannya.

“Tiada apa lagi yang saya mahukan apabila saya sudah berada di hadapannya. Ia satu perasaan yang bercampur-baur. Saya gembira tetapi pada masa yang sama menangis kerana terharu dapat menjejakkan kaki di hadapan Kaabah,” kata Isack dalam dokumentari tersebut.

Bagi Erhan pula, dia bertuah kerana terpilih menjadi tetamu Allah.

KAABAH yang terletak di Masjidil Haram, Mekah menjadi impian dan titik pertemuan bagi watak-watak utama dari pelbagai negara dalam dokumentari ini.

“Ia adalah masjid yang diperkatakan oleh umat Islam di seluruh dunia dan sudah menjadi impian seumur hidup saya untuk sampai ke situ.

“Berada berhampiran Kaabah membuatkan saya rasa dekat dengan rahmat Allah. Ia satu perasaan yang sukar diungkapkan dengan kata-kata,” ujar remaja yang berasal dari Republik Mali di Afrika Barat itu.

Cabaran penggambaran

Menurut penerbit Seven Wonders of The Muslim World, Faris Kermani, pembikinan dokumentari yang berdurasi selama satu jam itu mengambil masa tujuh hingga lapan bulan.

Faris, seorang pengarah filem berketurunan Pakistan-Britain yang berpangkalan di London mengakui banyak cabaran telah dihadapinya untuk menerbitkan dokumentari tersebut.

“Walaupun saya pernah menjalani penggambaran di banyak tempat yang berbahaya seperti zon peperangan dan sebagainya, namun rakaman di Arab Saudi jauh lebih mencabar.

“Paling sukar tentunya apabila cuba mengumpulkan enam orang dari lokasi berbeza di seluruh dunia untuk sampai ke Arab Saudi pada masa yang sama untuk penggambaran terakhir dokumentari itu,” kata Faris dalam sidang media melalui telefon bersama wartawan-wartawan dari Asia Tenggara baru-baru ini.

Apa yang pasti, jelasnya program ini terhasil daripada kombinasi terhadap keinginan untuk menunjukkan kepada dunia tentang aspek keindahan dalam Islam itu sendiri.

Ditanya mengenai pemilihan enam anak muda yang terlibat dalam dokumentari itu, Faris memberitahu, nama mereka didapatkan daripada individu yang mentadbir masjid di setiap lokasi penggambaran awal.

KEINDAHAN reka bentuk dan sejarah Masjid Biru memang tiada tolok bandingnya.

Kemudian, pihaknya membuat pemilihan berdasarkan pelbagai kemungkinan sebelum menemui individu yang diinginkan.

Turut berkongsi pengalaman menunaikan umrah di Mekah bersama penonton ialah Naureen, seorang wanita moden dan bekerjaya dari Lahore, Pakistan.

Ujarnya ketika mengelilingi Kaabah, dia langsung tidak menyedari apa yang berlaku di sekitarnya. Dia mengatakan bahawa dirinya sudah tidak mengeluh dan peduli apabila dilanggar jemaah lelaki dan wanita yang mengerjakan ibadah serupa di situ.

“Ketika itu, saya tenggelam dalam munajatnya pada Allah. Saya rasa seperti hanya saya seorang yang ada di sana. Apabila beristighfar memohon keampunan pada Allah, saya seolah-olah merasakan semua dosa itu hilang dan diri ini seperti dilahirkan semula.

KUBAH BATU berwarna emas ini terletak dalam perimeter Masjid al-Aqsa.

“Saya rasa sungguh kagum dan terharu. Saya ketawa dan menangis pada masa yang sama. Sukar untuk mempercayainya kerana perasaan teruja dalam diri saya adalah lebih daripada apa yang dijangkakan,” ungkap Naureen selepas selesai mengerjakan rukun umrah.

Tarik perhatian

Sementara itu, Profesor di Jabatan Fiqh dan Usul, Universiti Islam Antarabangsa Malaysia (UIAM), Prof. Datuk Dr. Mahmood Zuhdi Abdul Majid ketika dihubungi berkata, penghasilan dokumentari sedemikian sangat baik untuk Islam.

Sebagai saluran dokumentari yang memang dikenali di persada antarabangsa, sudah pasti penyiaran program tersebut mampu menarik perhatian masyarakat seluruh dunia.

“Sekurang-kurangnya penerbitan dokumentari itu boleh dianggap jihad untuk menunjukkan keagungan Islam melalui ketamadunan yang dibina oleh umatnya satu ketika dahulu.

“Harus diingat dalam hidup ini, ada dua wajah iaitu baik dan buruk yang sentiasa menyelubungi kita. Maka, dalam konteks ini, kita harus menunjukkan apa yang terbaik yang ada pada Islam bagi menangkis tanggapan negatif dunia terhadap anutan kita ini,” terang beliau sambil berharap lebih banyak penerbitan dokumentari seumpama itu dihasilkan dari semasa ke semasa.

Sumber: Kosmo Penulis: Khadijah Mohamad Nor

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Diari Doa Seorang Muslim

Diari Doa Seorang Muslim

Di ambil dari Majalah Solusi Isu 22. Untuk artikel lanjut boleh dapatkan di dalam Majalah Solusi Isu  20 di muka surat 16. Artikel bertajuk Aktifkan dirimu dengan DOA oleh Ustaz Pahrol Mohamad Juoi.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

iMotivasi|Motivasi pekerja – bersedia menerima arahan

Kerja

Salah satu faktor penentu motivasi kerja ialah kesediaan kita menerima arahan, terutama dari boss yang lebih muda umurnya daripada kita.

Dalam sektor kerajaan, kita akan dipandang dari jawatan kita dan senioriti, kita kurang dipandang dari segi kemahiran.

Dalam sektor swasta, kita akan lebih dipandang jika kita memiliki banyak kemahiran daripada orang lain di dalam organisasi.

Teori ini tak semestinya sama dalam semua tempat kerja sektor swasta tapi dalam kajian kami, kebanyakannya begitu, terutama organisasi di dominasi bangsa Cina.

Motivasi bekerja akan lebih ampuh apabila kita bersedia menerima arahan, memproses arahan itu di fikiran, merangka strategi, menyediakan bajet masa kemudian bertindak melaksanakan arahan.

Kita perlu bijak menangani arahan-arahan dari bos kita terutama apabila kita menerima lebih daripada satu arahan dalam satu masa.

Usah pentingkan ego kita, pentingkan sumbangan kita pada organisasi tempat kita bekerja mencari rezeki.

Artikel ini saya petik dari laman www.imotivasi.com banyak tip-tip motivasi di sini. Jika anda berkesempatan berkunjung la ke iMotivasi.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Dansette